Minggu, 27 Februari 2011

Cara Kerja Proses Warna Pada Monitor

kali ini saya akan membahas tentang bagaiman proses timbulnya warna pada sebuah monitor,Monitor yang dengan istilah lain disebut juga dengan VDU (Video Display Unit), merupakan salah satu bagian yang terpenting pada suatu unit komputer. Seperti yang telah disebutkan diatas, monitor merupakan output dan yang paling sering dipandang bila kita sedang mdngoperasikan sebuah komputer. Adapun fungsi dari monitor adalah untuk memperagakan data atau proses yang terjadi dalam CPU (Central Processing Unit) secara visual. Proses yang terjadi dalam CPU dikonversikan oleh suatu adapter video/video board dari data berbentuk digital menjadi sinyal yang akan disalurkan melalui kabel penghubung ke monitor. Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer.

Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu.

di sini hanya akan di bahas bagaimana acra kerja monitor LCD dan PLASMA dalam menghasilkan pewarnaan,kenapa saya lebih cenderung mengbahas dua tipe monitor ini karena di era ini yang sedang booming adalah kedua monitor ini::

a. LCD (Liquid Crystal Displays)

Teknologi LCD sesungguhnya tidak hanya diterapkan pada monitor sebagaimana yang populer selama ini. Notebook, Ponsel, Pager dan berbagai perkakas elektronis lainnya pun menggunakannya.LCD ditemukan oleh seorang ahli botani asal Austria bernama Freidrich Reintzer,pada akhir abad ke-19. Istilah Liquid Crytal ini justru dipopulerkan pertama kali oleh fisikawan Jerman bernama Otto Lehmann.Berbeda dengan teknologi monitor CRT(Cathode Ray Tube), teknologi LCD membuat bentuk perkakas menjadi lebih ramping, mirip dengan teknologi LED (Light Emitting Diode) ataupun plasma gas.
Prinsip kerja dari monitor plasma dengan menggunakan Polarisasi, yaitu membelokan cahaya dengan warna tertentu. Pada posisi tertentu meneruskan warna kuning, posisi lain warna merah. Juga warna-warna lain di antara kuning-merah (gabungan).

Pada LCD TV Proyector, seperti yang dikembangkan Sony Electronic, berbasis pada teknologi 3 LCD dan teknologi digital Wega Engine. Wega engine adalah suatu teknologi yang mempersingkat waktu konversi dari analog ke digital (dan sebaliknya), sekaligus mengurangi noise sehingga menghasilkan gambar yang lebih tajam, detail dan alamiah. Pada teknologi ini sinyal-sinyal yang dikonversikan menjadi sinyal berstandar warna high definitions (HD).

Teknologi ini mampu menghasilkan gambar dengan tingkat kontras yang tinggi, mengurangi noise pada gambar -- misalnya bercak-bercak yang muncul di televisi -- meningkatkan resolusi sekaligus memperbaiki ketajaman gambar, serta menjadikan gambar lebih alamiah. Pada dasarnya prinsip kerja LCD TV Proyektor adalah dengan memancarkan sinar yang terang ke panel 3 LCD. Panel LCD inilah yang kemudian menampilkan gambar/image bergerak dan memproyeksikan gambar melalui lensa pembesar ke kaca yang dapat merefleksikan gambar tersebut di layar televisi.

b.Monitor Plasma

Teknologi ini menggunakan gas neon/xenon yang diapit dua lapisan pelat kaca. Kejutan listrik dimasukkan ke lapisan gas, yang langsung memberi reaksi berupa penciptaan elemen gambar (disebut sebagai piksel). Proses penciptaan gambar dilakukan langsung, tanpa diurai pakai proses lain seperti CRT atau RPTV. Tentu ini membuat kualitas gambar juga jadi lebih bagus.
Televisi plasma memanfaatkan gas phospor untuk meningkatkan kualitas gambar yang ditampilkam. Umumnya, televisi plasma menggunakan panel digital light processing (DLP). DLP inilah yang menangkap sinyal atau input berupa gambar/image dasar, berupa warna merah (red), abu-abu (grey) dan hitam (black). Warna RGB kemudian dipisahkan oleh roda warna, dan kemudian dipantulkan oleh gas phospor. Yang mempertemukan tiga warna (RGB) adalah mata kita. Pada plasma televisi, gas phospor akan mengeluarkan sinar ultraviolet bilamana dipanaskan oleh sinyal listrik. Sinar ultraviolet itulah yang kemudian menampilkan gambar di layar.

Akibat teknologi yang digunakan, TV plasma sangat mudah panas. Malah di beberapa kasus, bila suhu ruangan tempat ia diletakkan enggak stabil, bisa juga meledak. Lalu TV jenis ini rentan sama noise (gangguan pada gambar), seperti efek gosong di gambar, smearing (tertinggalnya sinyal gambar di layar), juga color binding (lambatnya perubahan warna pada adegan-adegan cepat).
Label : AntiVir pimmy ride Property Tip Blog Template car body design

0 komentar:

Posting Komentar